SMP Mutual Rayakan Bulan Bahasa Lewat Oktofest 2025, Angkat Tema Keberagaman Dunia

KOTA MAGELANG — Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang menggelar kegiatan bertajuk “Oktofest 2025” dengan tema Mutual World Wide Diversity atau Keberagaman Mutual untuk Dunia. Acara yang berlangsung beberapa waktu lalu itu dikemas meriah dan penuh semangat kebersamaan antar siswa.
Kegiatan tahunan ini menjadi agenda yang paling ditunggu oleh siswa SMP Mutual. Tahun ini, suasana kampus sekolah berubah menjadi layaknya miniatur dunia. Enam stand mewakili berbagai negara, yakni Jepang, Timur Tengah, Korea, Tiongkok, India, dan Italia. Masing-masing stand dihiasi ornamen khas negara tersebut, lengkap dengan kostum tradisional dan aneka kuliner yang menggugah selera.
“Ini acara peringatan Bulan Bahasa yang dikemas dengan cara yang menyenangkan dan edukatif. Para siswa tampak sangat antusias karena mereka belajar langsung di luar kelas,” ujar Ahmad Haryanto, Kepala SMP Mutual, saat membuka kegiatan secara resmi.
Pembukaan Oktofest 2025 dimeriahkan oleh parade bendera enam negara. Para siswa menampilkan berbagai atraksi budaya seperti tari, nyanyian, hingga dance modern dengan busana khas masing-masing negara. Keceriaan tampak jelas di wajah para peserta dan pengunjung yang memadati area acara.
Menurut Ahmad Haryanto, konsep Oktofest ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana pembelajaran lintas budaya. “Saya melihat siswa-siswi sangat totalitas. Mereka rela menyewa kostum dan menyiapkan makanan khas dari negara yang diwakilinya. Semoga kegiatan ini menjadi langkah edukatif yang menyenangkan. Selain berliterasi tentang masing-masing negara, mereka juga belajar mengenal budaya dan kuliner dunia,” tuturnya.
Antusiasme siswa terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan. Mereka tidak hanya menghias stand, tetapi juga melakukan riset sederhana tentang negara yang diwakilinya. Dari sejarah, bahasa, hingga karakter masyarakatnya, semua dipelajari untuk menambah wawasan global.
Salah satu siswa kelas VII, Farza, mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut. Ia merasa kegiatan Oktofest 2025 memberi pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. “Asyik banget! Kita bisa jajan menu dari berbagai negara dan belajar tentang budaya mereka. Jadi bukan cuma baca buku, tapi langsung merasakan suasananya,” ungkapnya gembira.
Hal senada disampaikan oleh Nurul Fadhila, ketua panitia Oktofest 2025. Ia menjelaskan bahwa perayaan Bulan Bahasa di SMP Mutual memang selalu menjadi ajang kreativitas siswa setiap Oktober. Namun, tahun ini dikemas lebih menarik dan variatif.
“Biasanya kami hanya mengadakan lomba puisi atau pidato yang berkaitan dengan bahasa. Tapi tahun ini kami ingin sesuatu yang berbeda. Melalui konsep lintas negara, siswa bisa mengenal karakteristik budaya dan makanan dunia. Hasilnya, kegiatan menjadi lebih hidup dan menyenangkan,” jelasnya.
Selain menumbuhkan semangat kebahasaan, Oktofest 2025 juga menanamkan nilai toleransi, kreativitas, dan kerja sama. Melalui kegiatan ini, siswa belajar menghargai perbedaan dan keberagaman, yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter di SMP Mutual.
“Bulan Bahasa tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang bagaimana kita memahami makna komunikasi lintas budaya. Melalui Oktofest, kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya dunia sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas bangsa sendiri,” tambah Ahmad Haryanto.
Acara ditutup dengan penilaian terhadap stand terbaik dan penampilan terfavorit. Kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga sekolah.
Dengan semangat Mutual World Wide Diversity, SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan bermakna. Oktofest 2025 bukan sekadar peringatan Bulan Bahasa, tetapi juga perayaan atas keberagaman dan kebersamaan dalam bingkai pendidikan yang humanis.



