Dinas Pendidikan Apresiasi SMP Mutual Kirim Siswa ke Ajang Internasional Tiga Negara

KOTA MAGELANG — Sebanyak 35 siswa SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang, didampingi lima guru pendamping, resmi diberangkatkan mengikuti program International Student Festival (ISF) dengan tujuan tiga negara, yakni Malaysia, Thailand, dan Singapura. Program internasional ini menjadi bagian dari penguatan International Class Program (ICP) yang terus dikembangkan SMP Mutual.
Pelepasan rombongan berlangsung khidmat di Aula Cendekia Kantor Dinas Pendidikan Kota Magelang, Selasa (13/01), dan dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang serta perwakilan Dinas Pendidikan Kota Magelang.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang, Ahmad Haryanto, M.Pd., menjelaskan bahwa program ISF dirancang untuk membuka wawasan global siswa sekaligus melatih kepercayaan diri mereka di kancah internasional.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari International Class Program. Kami ingin siswa melihat langsung bagaimana perkembangan pendidikan di luar negeri sehingga menjadi inspirasi dan pengalaman berharga bagi mereka,” ujar Ahmad Haryanto.
Ia menambahkan, SMP Mutual kini juga telah menjalin kerja sama dengan Cambridge University Partner sebagai penguatan kurikulum internasional.
“Ini bentuk keseriusan kami dalam menghadirkan pendidikan yang berkemajuan dan mendunia. Harapannya, siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif global,” katanya.
Selama mengikuti ISF, para siswa akan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, antara lain science and math competition, choral speaking, serta story telling. Selain itu, mereka juga terlibat dalam kegiatan pertukaran budaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya khas Magelang.
“Kami juga akan mengunjungi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di Malaysia. Para siswa siap menampilkan Tari Kubro dan Tari Indang sebagai representasi budaya Indonesia,” tuturnya.
Sekretaris PDM Kota Magelang, Salamun, M.Pd.I., yang hadir mewakili Muhammadiyah, menyampaikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan SMP Mutual. Menurutnya, program internasional ini harus dimaknai lebih dari sekadar perjalanan luar negeri.
“Jangan sampai kegiatan ini hanya menjadi pengalaman traveling. Harus ada nilai yang dibawa pulang, diterapkan, dan menginspirasi teman-teman lainnya,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa program internasional tingkat SMP seperti ini masih sangat jarang di Kota Magelang.
“Ini satu-satunya program internasional di jenjang SMP di Kota Magelang. SMP Mutual selangkah lebih maju. Teruslah berprestasi dan berinovasi,” tambahnya.
Keberangkatan rombongan dijadwalkan pada 17–24 Januari 2025. Dengan bekal pengalaman dan wawasan global, para siswa diharapkan mampu menjadi teladan serta agen perubahan di lingkungan sekolah.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kota Magelang melalui Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang, Nurwiyono, M.Pd. Ia mengucapkan selamat kepada SMP Mutual yang menjadi pelopor penggunaan kurikulum Cambridge di jenjang SMP di Kota Magelang.
“SMP Mutual menjadi yang pertama di Kota Magelang menggunakan kurikulum Cambridge. Ini bisa menjadi inspirasi dan kiblat bagi SMP lainnya,” ungkapnya.
Nurwiyono menilai, pengalaman belajar di luar negeri akan memberikan dampak besar terhadap penguasaan bahasa Inggris dan pola pikir siswa.
“Di luar negeri, bahasa Inggris menjadi bahasa kedua, sedangkan di Indonesia masih menjadi bahasa asing. Program seperti ISF ini diharapkan mampu mempercepat pembiasaan dan meningkatkan kepercayaan diri siswa,” jelasnya.
Ia berharap program ISF dapat terus berlanjut dan memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Magelang.
“Semoga kegiatan ini berkelanjutan dan benar-benar memberikan inspirasi bagi dunia pendidikan, khususnya di Kota Magelang,” pungkasnya.
Melalui program International Student Festival, SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang adaptif, inovatif, dan siap mengantarkan generasi muda menuju pendidikan berstandar global.



