Pengumuman

Study Tiru PCM Mergangsan Yogyakarta ke SMP Mutual Kota Magelang, Berburu Inovasi Pendidikan Muhammadiyah

Study Tiru PCM Mergangsan Yogyakarta ke SMP Mutual Kota Magelang, Berburu Inovasi Pendidikan Muhammadiyah

KOTA MAGELANG – Semangat berbagi inovasi dan memperkuat mutu pendidikan mewarnai kunjungan rombongan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mergangsan, Kota Yogyakarta, ke SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang, Selasa. Kegiatan bertajuk study tiru tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman, strategi pengelolaan sekolah, serta penguatan sinergi antar amal usaha Muhammadiyah.

Sejak pagi, rombongan disambut hangat oleh jajaran guru SMP Mutual Kota Magelang. Senyum ramah dan jabat tangan menjadi pembuka suasana kekeluargaan sebelum para peserta diajak berkeliling mengenal lingkungan sekolah. Mereka tampak mengamati berbagai fasilitas, kebersihan lingkungan, hingga budaya sekolah yang diterapkan di kampus tersebut.

Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri atas kepala SMP/MTs Muhammadiyah, pengurus panti asuhan, serta pengurus Aisyiyah di lingkungan PCM Mergangsan.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Suharso, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda penyegaran organisasi yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, study tiru dan forum berbagi pengalaman menjadi sarana penting untuk mendorong lahirnya inovasi baru sehingga organisasi tidak mengalami stagnasi dalam berpikir maupun bertindak.

“Kami memilih Magelang karena memiliki banyak destinasi yang menarik. Di sisi lain, kami juga ingin belajar dari sekolah unggulan di Magelang, yaitu SMP Mutual,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Ia menambahkan, inovasi merupakan kebutuhan yang tidak boleh berhenti meskipun sebuah sekolah telah memperoleh kepercayaan tinggi dari masyarakat. Suharso mencontohkan salah satu sekolah Muhammadiyah di Kota Yogyakarta yang memiliki daftar tunggu peserta didik hingga tahun 2032. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh membuat pengelola sekolah berhenti berinovasi.

“Berburu inovasi itu seperti menyiram tanaman agar terus tumbuh. Karena itu kami datang ke SMP Mutual untuk berbagi pengalaman. Mudah-mudahan kami membawa pulang banyak oleh-oleh inovasi yang dapat menjadi pupuk bagi para kepala sekolah yang kami ajak hari ini,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam di Aula SMP Mutual itu diisi dengan pemaparan program unggulan, diskusi, serta sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang, Ahmad Haryanto, memaparkan berbagai program yang menjadi keunggulan sekolah. Ia menjelaskan bahwa SMP Mutual saat ini mengembangkan tiga layanan pendidikan utama, yakni Program Fullday School, Boarding School, dan International Class Programme (ICP).

Menurut Ahmad Haryanto, setiap angkatan memiliki tujuh rombongan belajar sehingga secara keseluruhan sekolah mengelola 21 kelas dengan jumlah peserta didik yang terus meningkat setiap tahun.

“Alhamdulillah, saat ini kami memiliki 21 kelas. Kepercayaan masyarakat yang terus meningkat harus kami imbangi dengan pelayanan terbaik dan peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan,” katanya.

Dalam sesi diskusi, berbagai pertanyaan muncul dari peserta. Salah satunya disampaikan oleh seorang kepala MTs Muhammadiyah Mergangsan yang mengaku terkesan dengan kebersihan lingkungan sekolah sejak pertama kali memasuki area SMP Mutual.

Ia memperhatikan bahwa seluruh tamu maupun warga sekolah melepaskan alas kaki sebelum memasuki area tertentu sehingga lantai sekolah tetap bersih dan nyaman.

“Saat pertama datang, yang langsung saya lihat adalah lantainya sangat bersih karena semua melepas alas kaki. Kok bisa? Bagaimana cara membangun budaya seperti ini?” tanyanya.

Diskusi berlangsung dua arah. Tidak hanya rombongan yang mengajukan pertanyaan, pihak SMP Mutual juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali praktik baik dari PDM Kota Yogyakarta, khususnya mengenai sistem kaderisasi organisasi. Hal itu didasari pengamatan bahwa banyak pengurus organisasi otonom Muhammadiyah di wilayah tersebut berasal dari kalangan guru Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Usai kegiatan di SMP Mutual, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Magelang. Sementara itu, peserta lainnya melakukan study tiru di SD Mutual Kota Magelang, panti asuhan Muhammadiyah, serta Lazismu guna mempelajari tata kelola masing-masing amal usaha.

Dalam ramah tamah di PDM Kota Magelang, Sekretaris PDM Kota Magelang, Salamun, menjelaskan salah satu keunggulan sistem pengelolaan organisasi di daerah tersebut, yaitu penerapan manajemen keuangan secara terpusat dan pengembangan sekolah berbasis kinerja.

Menurutnya, PDM Kota Magelang saat ini membina tujuh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan serta delapan TK Aisyiyah yang dikelola secara kolaboratif antara Muhammadiyah dan Aisyiyah.

“Kami menerapkan pengelolaan keuangan yang terpusat di PDM dan pengembangan sekolah berbasis kinerja. Alhamdulillah, tidak ada lagi guru TK Aisyiyah yang menerima gaji di bawah satu juta rupiah. Namun, semua harus siap berinovasi karena setiap guru juga merupakan marketing berjalan bagi sekolahnya,” pungkas Salamun.

Melalui kegiatan study tiru ini, kedua belah pihak berharap terjalin kolaborasi yang semakin erat antarlembaga pendidikan Muhammadiyah. Pertukaran praktik baik tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi baru yang semakin meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan memperkuat peran Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Translate »